Pilpres

EUFORIA PILPRES DENGAN BIG DATA
April 2019 adalah bulan pesta demokrasi untuk seluruh rakyat Indonesia, karena pemilihan
presiden untuk 5 tahun selanjutnya akan ditentukan kembali pada bulan april ini. Gimana nih
dengan TemAndroid? Sudah mantap 2 periode atau ganti dengan yang baru? Berbicara
tentang euphoria pilpres 2019 akan menjadi ajang pertarungan memperebutkan pemilih
milenial. Milenial tak bisa dipisahkan dari media sosial. Media sosial selalu menjadi
primadona bagi setiap penggunanya. Dan pada pilpres 2019 ini, media sosial dianggap
menjadi wadah untuk milenial menciptakan komunikasi dan interaksi demi menunjukan
eksistensinya dalam pilpres 2019.
Okezone Pemilu2019, Mardani Ali Sera, wakil ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-
Sandiaga Uno, mengatakan “Pilpres 2019 akan menjadi pertarungan pemilih milenial, oleh
karena itu pemanfaatan strategi komunikasi melalui sosial media berbasis big data akan
sangat jauh lebih efektif dan optimal selain strategi komunikasi konvensional,” kata Mardani,
Selasa 25 September 2018.
Perkembangan teknologi yang menghadirkan Big Data dianggap bermanfaat untuk politisi
memetakan demografi, sejarah kontribusi pemilih dalam politik, pandangan politik pemilih
hingga konsumsi media. Dilansir dari Tirto.id, dalam pemilu AS 2016, informasi semacam
ini dimanfaatkan Donald Trump dengan menggandeng Cambridge Analytica untuk
menganalisis data penduduk. Dari data-data itu termasuk berbagai survei, para analis dapat
menentukan wilayah mana yang berpotensi menjadi wilayah pemenangan, atau distrik mana
saja yang penduduknya dapat dipengaruhi untuk memenangkan Donald Trump. Kampanye
yang dilakukan pun didasarkan pada apa yang diharapkan atau dibutuhkan masyarakat.

Begitu besar ya peran Big Data pada kegiatan politik ini. Lalu sebenarnya apa sih Big Data

itu ?

Big Data adalah istilah yang menggambarkan volume data yang besar, baik data yang
terstruktur maupun data yang tidak terstruktur. Big Data telah digunakan dalam banyak
bisnis. Tidak hanya besar data yang menjadi poin utama, tetapi apa yang harus dilakukan
organisasi dengan data tersebut. Big Data dapat dianalisis untuk wawasan yang mengarah
pada pengambilan keputusan dan strategi bisnis yang lebih baik.

Apakah penting Big Data digunakan untuk kemenangan Pemilu Presiden 2019 ini?
Jelas penting, karena dengan menggunakan Big Data masing-masing paslon dapat
menciptakan peluang strategi yang lebih tinggi untuk mendapatkan kemenangan dari
berbagai wilayah. Dengan pengambilan data dari sumber manapun dan dapat menganalisa
kebutuhan, maka masing-masing paslon dapat lebih mudah melakukan kampanye di berbagai
wilayah dengan isu yang berbeda.
Pemanfaatan media sosial berbasis Big Data sudah dibuktikan oleh kemenangan Donald
Trump pada pilpres AS tahun 2016, Trump menyewa jasa Cambridge Analitical yang
berhasil mengalahkan Hillary Clinton karena memanfaatkan kebocoran data 50 juta pengguna
Facebook dan melakukan micro campaign. Di Indonesia sendiri Mardani juga menjelaskan
bagaimana bisa viral dan kukuhnya tagar 2019 Ganti Presiden menjadi sebuah contoh lain
betapa powerfull-nya peranan media sosial. “Reach #2019GantiPresiden awal September saja
sudah menjangkau 600 juta akun social media,” kata Mardani.
Well, Big Data sudah membuktikan peranannya yang mampu mempermudah dalam
menyelesaikan suatu permasalahan dalam bidang politik dan bidang lainnya ya. Semakin kita
melek teknologi, semakin mudah kita memecahkan masalah dan menciptakan solusi yang
sesuai dengan kebutuhan, pastinya yang diambil dari berbagai sumber data dan
menganalisisnya. Siapapun yang menjadi Presidennya, kita harus tetap mendukung
kebijakan-kebijakan pemerintah dan tetap saling bersaudara. Dan jangan lupa! Teknologi
semakin maju, Kamu? Yuk, jangan ketinggalan You Don’t Need To Be Great To Start, You
Need To Start To Be Great with HALTEGH IT LEARNING CENTER 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *